Sunday, May 31, 2009

- > RAI MANTRA: Mari Membangun Monumen Maya


Postingan ini
... dicopy sesuai dengan aslinya dari dan atas dasar izin tertulis
melalui pertemanan Facebook antara Admin
Satakcc dengan penulisnya;
... di samping bertujuan untuk menyebarluaskan
buah pikiran ~ CEMERLANG ~ seorang Rai Mantra (Walikota Denpasar),
juga ingin menunjukkan kepada "dunia"
bahwa:
Facebook (baca juga: hitech) bukan barang haram
asalkan pandai dan cermat dalam menggunakannya;
... terimakasih Bapak Rai Mantra...



... To members of I Love Denpasar, May 28 at 10:36am.
Sebuah Pidato Walikota pada acara “Deklarasi Kebangkitan Budaya Bali”

Beberapa hari ini saya berpikir keras untuk menyiapkan pidato di forum yang mulia ini. Saya berpikir keras kerena berupaya menemukan rangkaian kalimat-kalimat baik yang mencerahkan di hadapan anda sekalian, para tunas muda yang cerdas, para orangtua yang bijak, serta pembina-pembina yang berwawasan luas. Akhirnya, naskah pidato ini saya tulis di sebuah pagi yang indah beberapa hari yang lalu, dengan sikap tulus bahwa saya hanyalah seorang teman dari anda semua. Ya, seorang teman yang dengan bangga menyegarkan pengetahuan anda bahwa kita semua adalah insan-insan cemerlang yang jika berkehendak kuat dan melangkah cerdas untuk selalu memuliakan alam dan kehidupan, pastilah mendapatkan kebahagiaan dan kemuliaan pula.

Pagi itu, sinar matahari menyentuh ingatan saya bahwa setiap hari bola cahaya tersebut selalu memancarkan kehangatan yang baru ke semesta raya. Segera hal itu menyegarkan kesadaran saya bahwa seperti itulah semestinya kita menyongsong dan menjalani hari-hari, yakni dengan pikiran dan semangat yang selalu baru. Ya, selalu baru… Selalu baru!

Untuk apakah semangat yang selalu baru itu? Tentu saja untuk menggerakkan roda kehidupan ke arah yang lebih baik dan lebih mulia dari hari ini. Dengan menambahkan kecerdasan pikir dan keikhlasan tindak pada semangat yang selalu baru tersebut, setiap orang –termasuk saya dan anda sekalian— pasti sanggup membuat kehidupan hari esok jauh lebih baik dengan apa yang kita lihat dan kita rasakan hari ini. Bagi saya, perpaduan antara semangat yang selalu baru, kecerdasan pikir, dan keikhlasan tidak, ibarat bahan bakar yang hebat bagi kendaraan kehidupan kita. Perpaduan ketiganya adalah energi yang dahsyat untuk mendorong kita menuju ke kemuliaan hidup, seberapa pun berat dan terjal medan di hadapan kita. Oleh para leluhur kita di Bali, ketiga hal itu dinamakan dengan Taksu. Sedangkan dalam bahasa populer, ketiga energi dahsyat tersebut disebut dengan kreativitas.

Demikianlah, begitu berdiri di hadapan anda sekalian, dengan penuh perasaan bangga saya menyatakan diri sebagai teman yang mengajak anda untuk terus menumbuhkembangkan kreativitas dalam diri anda dan mewujudkannya dalam karya-karya yang berguna bagi diri sendiri dan orang lain. Ada banyak cara, ada banyak jalan, untuk itu. Anda tinggal bersepakat untuk mau lalu bergegas melakukannya.

Bangsa-bangsa maju telah membuktikan betapa kreativitas merupakan poros utama dari kemuliaan mereka. Lihatlah bagaimana bangsa-bangsa seperti India, Yunani, dan Kuno menggapai kebesarannya, tak lain karena kreativitas bangsa tersebut begitu luar biasa. Sepanjang kreativitas pada bangsa tersebut menyala-nyala, maka kecemerlangan terus berada pada ubun-ubun mereka. Namun, lihat pulalah keruntuhan bangsa-bangsa besar tersebut, tak bukan karena disebabkan oleh keterpukauan generasi penerusnya pada kebesaran masa lalu. Mereka terlena hingga lupa menjaga nyala kretivitas di dada mereka.

Lalu, mari kita tengok langkah-langkah negara-negara yang tengah gilang-gemilang karena langkah maju mereka yang kencang. Telisiklah dengan seksama perjalanan negara-negara seperti Amerika Serikat, Inggris, Jepang, Korea, Singapura dan negara lain yang setara, maka akan anda temukan kunci kesuksesan mereka adalah dikelolanya kreativitas secara baik dan tepat!

Belajar dari perjalanan bangsa-bangsa tersebut, keyakinan saya semakin teguh untuk menjadi teman dari anda sekalian yang selalu membangkitkan, mengingatkan, memotivasi dan memberi ruang agar kreativitas dalam diri anda dan dalam diri masyarakat kota Denpasar berada pada taraf sehebat-hebatnya
.
Mungkin sebagian dari anda menduga saya terlalu silau dengan gilang-gemilang sukses yang diraih oleh bangsa-bangsa maju tersebut dan menjadi terpukau-pukau karenanya. Bisa jadi dugaan anda tersebut benar seandainya saya tidak menoleh sedikit pun pada kesuksesan yang pernah raih oleh nenek-moyang kita. Bisa jadi penilaian anda tepat jika saya abai terhadap capaian-capaian para local genius negeri ini. Ya, bisa jadi saya memang seperti yang anda kira jika saya tidak menaruh respek sedikit pun pada kesuksesan yang pernah diguratkan oleh para pendiri negeri ini dan para pemimpin pendahulu saya.

Namun, saya adalah orang yang sangat kagum dan bangga atas segala capaian yang telah diraih oleh orang-orang besar sebelum kita. Saya begitu mengagumi kebesaran Sriwijaya dan Majapahit. Saya sangat mengagumi para Rsi, Kawia dan orang-orang yang tak tercatat, yang telah mewariskan beragam keluhuran bagi kita semua. Kekaguman saya pada mereka semua itu, ibarat kekaguman sungai terhadap hulunya. Sebuah sungai tak akan pernah dinamakan sungai jika tak ada hulu yang mendahuluinya. Saya –dan anda semua— tak akan seriang ini berada di tempat yang indah ini sekarang, tanpa jasa para leluhur dan pendahulu-pendahulu kita. Saya –dan anda semua— tak akan semantap ini menapakkan kaki ke masa depan tanpa ramuan kreativitas para moyang yang kini menjadi way of life atau cara hidup kita, yang dengan bahasa lain kita namakan sebagai jati diri budaya.

Di sisi lain, saya mengajak anda sekalian menengok kehebatan bangsa-bangsa lain karena dengan merekalah kita berhadapan, saling tawar-menawar, bahkan saling berusaha mendominasi. Di era persaingan global di mana setiap batas negara semakin tipis, tanpa memahami jati diri budaya sendiri dan tanpa mengenali situasi persaingan antar-bangsa, tidak cukup mudah bagi kita untuk berdiri dengan kepala tegak di hadapan bangsa-bangsa lain.

Begitulah, sekali lagi, sebagai teman, saya benar-benar sangat bangga menyampaikan ajakan ini. Mari terus bergairah meningkatkan kreativitas dengan berpijak pada jati diri budaya. Bangkit dan tegaklah selalu. Sejak saat ini!

Ya, sejak saat ini dan seterusnya! Sebab, seperti kata Profesor Shaun McNiff bahwa, “kreativitas adalah sebuah kekuatan yang bergerak ke arah kita. Hanya dengan latihan kita belajar menjadi bagiannya. Persis seperti otot, diperlukan latihan yang terus menerus untuk memungsikannya dengan baik.”

Jika saya, anda dan kita semua terlatih dalam olah kreativitas, apa pun bentuknya, saya yakin seyakin-yakinnya kita semua dapat menciptakan keajaiban-keajaiban yang indah. Keajaiban-keajaiban yang tak terbayangkan oleh siapa pun di dunia ini. Keajaiban-keajaiban yang membuat kita dan generasi di belakang kita bangga menjadi warga Kota Denpasar.

Kini, sebagai seorang teman yang bertanggungjawab untuk mengoptimalkan segala sumberdaya yang ada di kota ini, saya hanya memiliki satu pilihan yaitu berupaya sekuat tenaga untuk menjadikan apa yang saya katakan tadi menjadi kenyataan. Saya tak gentar memanggul pilihan tersebut karena saya memiliki teman-teman kreatif seperti anda semua! Bersama anda saya akan membangun monument-monumen. Bukan monumen yang terbuat dari batu, pasir dan beton! Melainkan monumen yang terbuat dari kekuatan daya pikir, keikhlasan tindak, dan semangat yang selalu baru! Monumen itu saya namakan monumen-monumen maya. Semakin menyebar kreativitas di masyarakat kita, semakin banyak monumen-monumen maya tersebut bermunculan. Semakin tinggi kreativitas pada diri masyarakat kita maka, semakin menjulang tinggi pula monumen-monumen maya itu.

Sekali lagi, sebagai teman, dengan segala kecintaan dan ketulusan saya bagi anda semua, inilah ajakan saya: mari membangun monumen-monumen maya yakni bangunan-bangunan kesadaran dan keluhuran budi yang tak pernah tampak oleh mata tapi dapat anda rasakan keberadaanya!

Wednesday, May 20, 2009

- > AGAINST dangue fever ...!

Begitu musim hujan berlalu, secepat itu pula nyamuk mulai bertambah banyak. Kalau hanya sekedar digigit dan berakibat gatal sih nggak apa-apa ... digaruk aja hilang...!
Sudah banyak pengalaman, pada musim-musim nyamuk disertai dengan jatuhnya korban demam berdarah. Rumah sakit mulai disesaki oleh pasien dangue fever yang mematikan ini.

Salut deh untuk pemerintah kota, yang telah sangat tanggap akan bahaya itu. Fogging harus dilakukan secepatnya untuk membunuh nyamuk-nyamuk nakal pembawa virus dengue fever itu.

Rebo, 20 Mei 2009 di lingkungan Br. Kayumas Kaja dilakukan fogging. Sejak pukul 05.00 pagi, suara khas mesin fogging sudah terdengar menderu-deru ..... berpindah dari rumah ke rumah.
Sekitar pukul 06.00 lebih sedikit, rumah adm. di jl. Melati No. 1 Denpasar sudah kebagian foggingan ...........



Semoga aja manjur mematikan nyamuk ....!

Sebenarnya kita tidak bisa menggantungkan pemberantasan nyamuk oleh petugas fogging saja. Yang lebih penting justru prilaku kita dalam menjaga kebersihan. Membiarkan situasi yang kotor, kumuh, banyaknya genangan air (di kalenng bekas, ban bekas, kubangan, dll ...) bararti menyadiakan media yang nyaman bagi berkembangnya nyamuk, di antaranya adalah nyamuk aides aegypti sebagai vektor penyebaran virus dengue fever yang sangat membahayakan.

Ayo bersihkan lingkungan untuk mencegah penyebaran demam berdarah.

Gonggede.

Friday, May 08, 2009

- > INDAH bukan ....?


Gambar ini dijepret di Serangan, Rebo 6 Mei 2009

Gonggede.

- > SUARA tuhan? Itu dulu.... !

Teringat akan salah satu film cartoon jaman dulu, ...
"satria baja hitam!"

"B.e.r.u.b.a.h. ......!!!!"
Terngiang kembali kata yang khas itu, manakala sang ksatria akan "ngelekas" (= berubah wujud, adm), .... tepuk tanganpun pasti menggema, ..... penonton pasti senang.
Sang pahlawan ~ ksatria baja hitam ~ akan muncul,
.... menumpas kejahatan!!!!!
Pelajaran yang dapat dipetik dari cartoon ini pastilah bahwa cepat atau lambat, dengan segala perjuangan yang tak pernah menyerah, .......
kebaikan pasti akan menang menumpas kejahatan!

Itu cartoon ....! Mimpi kali ye....?

Dari beberapa bulan yang lalu, memuncak sejak setelah nyontreng Pemilu ~ sementara perhitungan suara belum lagi terselesaikan oleh jajaran KPU dari tingkat kecamatan sampai pusat akibat ketidak beresan kerja ~ kita disuguhkan tontonan bak prilaku satria baja hitam. Elite-elite politik tanpa rasa malu dan tanpa pernah merasa bersalah dengan enteng bermanuver kesana kemari, bak pesawat tempur dan hampir selalu berubah!
Lima besar parpol peraih suara terbanyak (walaupun sangat jauh dari arti sebuah kemenangan, karena terbanyak cuman 20%) khususnya, .... sibuk bermanuver kesana kemari menjajagi koalisi, bak satria baja hitam selalu b.e.r.u.b.a.h !!!!!!

Kalau dalam cartoon di atas, sudah dipastikan sang ksatria selalu merendah dan siap membela yang lemah (baca: kebaikan) dari kejahatan. Beda, ... dalam alam politik, "sang ksatria" tak pernah merubah wujudnya, tapi selalu saja berkelit dari perkataan dan sikapnya, bahkan ~ ya itu tadi, .... tanpa rasa malu dan tak pernah bersalah ~ bolak-balik tak berprinsip.
Sekarang menyatakan A ketika menjajagi koalisi dengan partai Y lengkap dengan kesepakatan politiknya, .....sambil menjelekkan partai X. Tapi jangan heran ~ bisa dalam hitungan jam ~ sudah berubah menyatakan B dan berbalik berkoalisi dengan partai X dengan menjelekkan partai Y.

Sepertinya susah membedakan mana kawan sejati ~ yang sejati hanyalah kepentingan ~ mana lawan politik yang sebenarnya. Yang nyata-nyata satu partai saja jadi saingan, bila perlu disikut, didepak, ....... bila perlu digebog (ditikam dari belakang, adm), ketika memperbutkan "suara tuhan". Bahkan, .... yang dalam hitungan detik, kawanpun bisa jadi lawan ......! (Baca: tarung bebas!). Soal membela rakyat...? Itu urusan nanti. Yang penting amankan dulu posisi.

Ok, ..... tapi bagaimana perasaan rakyat? Inget nggak? Dulu ketika pemilu legislatif suara rakyat adalah suara tuhan yang harus dihormati dan diselamatkan. Nah, ...... ketika rakyat telah memberikan suaranya kepada caleg dan partai, eh ...eh ... setelah pemilu partai malah sibuk kesana kemari, ya itu tadi bermanuver mencari koalisi. Koalisi apa kolusi sih...?

Itu dulu, sorry lah yaooooo ........!

Barangkali pas sekali apa yang dipertontonkan oleh Putu Wijaya ketika membawakan puisinya di hadapan beberapa Parpol peserta pemilu ~ barusan aja ~ dalam talk show di TVRI: "Saya merasa dikhianati, ..... ketika dengan sangat terpaksa telah menjatuhkan pilihan kepada salah satu partai, eh... eh... ternyata, setelah pemilu mereka sibuk berkoalisi dengan partai yang sangat tidak saya senangi ........!"

Itulah politik...! Tidak ada yang impossible...!
Tunggu saja sampai pengumumam capres/cawapres ~ dengan alasan "DEMI RAKYAT" ~ bisa saja musuh bebuyutan akan saling berangkulan bahkan "berciuman mesra" .............

Ach! ... sing maan ngerungwang! Titiang mepamiiiiiiiittttt....!
Supaya tidak setressss! Lebih baik ambil sepeda, ........... genjooootttt..!

Gonggede