Tuesday, April 28, 2009

- > EMANG beda koalisi dan kolusi ....?

Minggu-minggu terakhir ini kuping kita terbiasa mendengar kata koalisi. Beberapa station TV hampir setiap menit menayangkan orang-orang elit (katanya?) yang sangat sibuk saling menyambangi, konon untuk menjajagi koalisi.

Aneh ya....!

Sebelum Pemilu orang pada ngotot, kekeh, .... emosi, bahkan marahan saling tuding ketika debat politik, debat caleg ....... di depan umum (baca: tayangan yang paling tidak mendidik selama hampir sebulan) mempertahankan pendapatnya, ....... platform lah (binatang apa pula ini...?). Bahkan saling jegal!
Propaganda seperti ini sudah biasa; "Partai saya jelas-jelas no. 1, platformnya agama, ........ partai anda sekuler, tidak akan pernah ketemu. Agama saya adalah yang paling pas untuk memperbaiki moral bangsa, memberantas korupsi, ............ bukan yang lain-lain! ....... bla...bla.....bla...bla.... bla, bala-bala!"
Ada yang menimpali: "Tidak benar, kita bukan negara agama ...... camkan itu!. partai saya yang no. 1 mengusung perubahan, ...... bla...bla.....bla...bla.... bla, bala-bala!"

Masalah uang? ...... seharusnya jangan di tanya, pastilah! Hanya kentut yang kagak pakai uang di jaman ini. Bahkan uang inilah nantinya akan jadi sumber malapetaka bagi bangsa dan negara ini. Coba bayangkan...!, ....... rakyat sudah terpancing dengan permainan para elit politik (baca: caleg..!). Rakyat sudah tak mau ambil pusing mana tetek mana bengek? Bagi mereka yang penting U.A.N.G ! Tahu nggak? Saking lugunya ~ beda tipis lah dengan bodo ~ mereka kadang-kadang lupa, pikirannya sedang menikmati tetek padahal rasa bengek..... hahaha .......! (tolong ketawa dengan sedih...!).

He he he ....., buntut-buntutnya, yang namanya elite-elite Parpol pada sibuk menggalang koalisi setelah Pemilu. Bak pesawat tempur, manuver sana-sini, ...... demi kekuasaan (baca: upaya mengembalikan investasi!), ... bolak-balik-belek, tebal muka ~ lantaran syaraf malunya udah putus, .... kekencengan teriak waktu kampanye ~ seratus persen lupa dengan perdebatan sengit sebelum Pemilu. Kasihan tuh yang stress, ....... mikirin bayar hutang, "tekol boongne" (= lehernya terkulai, adm), pada "kecaket" (= kejepit, adm) kagak bisa ngomong lantaran kurang populer a.k.a tidak dapat suara.
Ada yang lebih aneh lagi, ........ jargon "demi bangsa dan negara" dijadikan make up sekujur wajah. Coba perhatikan: kesejahteraan rakyat jadi gincu bibirnya, kemiskinan jadi bulu matanya, pengangguran jadi merah pipinya (nya = "politikus" jadi-jadian, adm) ...... and so on .... and so on ........! Cantik memang, tapi .........., ehemmmm .... coba lihat senyum mereka ...... "matah" (=mentah, adm) penuh kepalsuan...!

Selidik punya selidik, sebenarnya koalisi tidak lebih dari investasi kolusi! Percayalah....! Buntutnya nanti adalah Korupsi ....! Ke depan, giliran ...... Petugas KPK yang akan jadi selebritis, ....... karena selebritisnya banyak yang "masuk" DPR, mereka akan disibukan "stripping" ~ ngejar setoran ~ jadi legislatif yang terhormat!

Ada yang lucu, .... di mana-mana, ..... kapanpun, pemilu itu seperti "judi", pasti semuanya curang. Kecurangan itu sebuah keharusan, halal hukumnya demi "kemenangan". Yang protes adalah yang kalah curang ..........!!!!!
Coba lihat, antara sengaja dan tidak sengaja, DPT kisruh, penggelembungan suara di mana-mana, kesalahan teknis jadi excused, ........ yang lebih menyedihkan hampir 50% rakyat bangsa ini golput dalam pemilu (baca: memilih wakil rakyat). Nah, kalau memilih wakil rakyat saja sudah kagak percaya, gimana nanti ketika memilih Presiden? Belum lagi yang strrrreeeessssss .....!!!!

Kalau bangsa ini, yang katanya sudah melek politik tidak menggunakan kepintarannya memilih, ....... kehancuran bangsa tinggal tunggu waktu.

Ok! Beberapa bulan lagi ~ 8 Juli 2009! ......kalau jadi? ~ hati-hati memilih Presiden ......! Tampaknya akan ada empat blok pedagang dengan barang dagangan masing-masing bermerek:
1. Lanjutkan! Dalam kemasan biru (nggak tahu apa yang mau dilanjutkan...!);
2. Jangan memilih pemain yoyo! Dalam kemasan merah (apa bedanya dengan goyang gergaji..?);
3. Kami yang berpengalaman! Dalam kemasan kuning (ngapain dulu....?); dan
4. Perubahan ...! Kemasannya belum jelas, putih kalik ...? (pokoknya berubah ......?).

Be positive, ..... tapi hati-hati!!!!!

Yang penting sekarang, kita harus paham bahwa Koalisi adalah investasi Kolusi, pasti akan melahirkan Pemimpin yang Korup. Kurang bijak kalau kita menghindar dari hak & kewajiban ~ karena keduanya tak akan bisa dipisahkan ~ sebagai warganegara yang bermartabat.
Nggak usah banyak ngomong, .... cukup dengarkan! .... mata dan pikiran anda harus tembus pandang! .... mana yang benar-benar mempertahankan/memperjuangkan persatuan dan kesatuan bangsa dengan mematok Pancasila dan UUD 45 adalah harga mati ........., itu yang dipilih!

..........................................................
Satyam eva jayate ........!
Om anobadrah kratavo yantu visvatah .....!
Gonggede.

Saturday, April 18, 2009

- > DIPERBUDAK teknologi ...!


Bermain Hape di jalan raya .....!

Friday, March 20, 2009

-> KRISNA ......... The Beginning

Live Promo Album at WBC Billyard Cafe,
Jl. Teuku Umar, Denpasar,
20 Maret 2009 at 10 pm.




Krisna (gitar) - Iwan (bass) - Komang Shall (gitar) -
Gus Tu (drum) - Wiwin "Psychofun" (DJ Sample)





Feat Shandy





Feat Sutha n Three Six One






Gonggede

- > HP is my life ....!


Perempuan ini sepertinya tiada hari tanpa hape.
Tak peduli di traffic light, ..... mumpung masih merah!!!!

- > DENPASAR Lengang ...!

Kayumas Kaja, 20 Maret 2009;
Denpasar sempat lengang dari hiruk pikuk kendaraan bermotor selama Penampahan dan Galungan (17 dan 18 Maret 2009). Lihat jejeran anggun tiang bendera parpol di sebelah utara Kantor Pemkot Denpasar. Bandingkan dengan baliho dan bendera parpol yang dipasang semrawut mengotori kota.

Kalau warganya berbudaya, kotanya pasti berbudaya .....

Jejeran bendera Parpol peserta Pemilu 2009
di jalan Gajah Mada, sebelah utara Kantor Pemkot Denpasar
Gambar diambil dari arah timur, 17 Maret 2009.


Trotoar dan Bendera Parpol
Gambar diambil dari arah barat Kantor Pemkot Denpasar,
17 Maret 2008.

Gonggede

Wednesday, March 18, 2009

- > RAHAJENG ........

....... Galungan & Kuningan .......
(18 - 28 Maret 2009)

Nyepi Tahun Baru Saka 1931
(26 Maret 2009)


Semoga Umat mampu membuatNYA "senang" ....!!!!!
Astuuuu ....!!!!

Friday, March 13, 2009

-> PANCA Bali Krama untuk siapa...?

(Postingan ini diposting ke Pemkot Denpasar, ... beserta penjelasannya di sini...! Juga dimuat oleh Harian Bali Post Senen, 16 Maret 2009 pada Kolom Surat Pembaca dengan tajuk: Kremasi di Mumbul Boleh? Klik aja di sini...!)

Sungguh membanggakan sradha dan bakti Umat Hindu di Bali dalam mensukseskan Tawur Agung Panca Bali Krama di Besakih, secara perorangan maupun dalam hitungan desa pekraman. Salah satunya terejawantahkan dengan tingginya loyalitas dan ketaatan krama (Hindu) Bali terhadap "larangan" tidak melakukan ngaben atau mekingsan di geni ~ serangkaian Upacara Panca Bali Krama ~ sejak 21 Februari hingga 27 April 2009, sesuai dengan Surat Edaran Majelis Desa Pekraman Bali No.: 054/MDP Bali/XI/2008.
Prakteknya di pekraman terhadap adanya kematian warga adalah diberlakukannya tata cara penguburan "nyilib" yaitu penguburan dilakukan pada petang hari tanpa menyuarakan kentongan.

Sama sekali tidak ada keluhan apalagi pembangkangan Krama di seluruh Bali. Krama Bali, yang oleh suatu sebab tidak melakukan penguburan bahkan menitipkan jenazah keluarganya yang meninggal di kamar jenazah rumah sakit, sampai-sampai container penyimpanan jenazah RSUP Sanglah kepenuhan.
Keyakinan dan ketaatan ini sungguh membanggakan kerena sepertinya semua Krama Hindu Bali ingin mensukseskan Upacara Agung dimaksud. Siapa lagi yang harus menghormati kalau bukan krama Hindu Bali.

Namun, ..... di tengah-tengah kekhusukan menunggu detik-detik Panca Bali Krama, serta hiruk pikuk dan semakin tingginya minat Krama Hindu Bali ngaturang ayah ke Besakih, saya tersentak dengan berita harian Bali Post edisi Jumat Kliwon, 13 Maret 2009 pada kolom Yustisia hal 3; yang memberitakan RSUP Sanglah melakukan kremasi 17 jenazah terlantar atau tanpa identitas, termasuk orok/bayi, potongan tubuh operasi dan potongan payudara titipan kepolisian, Kemis (12/3) di Mumbul, Nusa Dua.

Pertanyaan muncul dalam benak saya: "Kock boleh ....?"

Kalau dihubungkan dengan maksud dan tujuan Tawur Agung Panca Bali Krama adalah menyucikan alam. Kemudian larangan tidak boleh ngaben atau mekingsan di geni dilogikakan bahwa asap pembakaran akan mengotori kesucian.

Lalu...?

Bagaimana dengan kremasi di Mumbul...? Apa tidak berasap...? Atau apakah instalasi krematorium semacam di Mumbul kebal terhadap "larangan" MDP Bali karena berkeyakinan lain...?

Sejauhmana toleransi dan tanggungjawab institusi non Hindu, dalam hal ini RSUP Sanglah untuk menghormati, atau setidaknya bertoleransilah menunda "eksekusi" kremasi setelah selesainya Panca Bali Krama.

Bagaimana menjelaskan hal ini? Siapa yang harus menjelaskan ....?

Semoga pikiran yang baik datang dari segala penjuru, Astuuu...!!!!!
Gonggede.

Wednesday, March 11, 2009

-> PULE di pertigaan Beringkit, Kapal, Badung


Pohon Pule di pertigaan Beringkit, Kapal, Badung.

Pohon ini mempunyai sebuah philosofie
"Buka babakan pule"
(= seperti sayatan kulit pohon pule)
Dalam kamus obat-obatan tradisional bali
~ non medis ~
pohon pule bisa menjadi obat dengan jalan menyayat kulit pohonnya.
Si pohon pule dengan tekun menyehatkan kembali kulitnya yang tersayat oleh manusia, ...... tanpa pernah menuntut upah.
"Hidup ini akan berarti bila berguna bagi orang lain"

Gonggede

Monday, March 09, 2009

-> SAYANG kalau di tebang....!


Pohon beringin ini tumbuh di pinggir jalan raya,
persis di pengkolan sebelah utara SMA 1 Tabanan, sekitar 2KM dari Kota Tabanan
.........sedang dipangkas atau mau ditebang ...?
Sayang ya kalau di tebang, umurnya mungkin sudah puluhan tahun.

Gonggede